Newsflash
|
Sangat senang sekali Wineindonesia.com bisa liputan bisa masuk ke Kontan Mingguan Minggu 1 , Juni 2008. Terima kasih sebanyak banyaknya kepada redaktur di Kontan. Liputan lengkap bisa di baca di Kontan Mingguan. |
| Menyimpan wine di Lemari Pendingin (Kulkas) |
|
|
|
|
Anda mengetahui bahwa Wine harus ditinggalkan ditempat yang sejuk. Mungkin saja Anda tinggal di suatu daerah tanpa berhubungan dengan udara dan suhu rumah yang naik hingga 90F. Apakah baik menyimpan wine di peti es ? Saya memiliki artikel untuk menyimpan wine dengan tepat yang menjelaskan persyaratan penyimpanan Wine. Pertama : suhu sekitar 55F adalah konstan. Kedua : kelembaban yang sedang hingga tinggi. Bagaimana jika Anda adalah mahasiswa yang kurang mampu dan hanya memiliki sebuah apartement tanpa ada cellar? Bagaimana jika apartement Anda tidak memiliki pemanas dan juga lemari pendingin yang gelap hingga ruang pemanggang? Tentu saja Anda mengetahui bahwa membuat Wine terlalu panas sesungguhnya sangar buruk dan dapat mengubah wine tersebut menjadi cuka dengan cepat. Berikut ini adalah pokok permasalahannya. Peti es makanan yang cenderung terisi getaran. Hal ini dapat mengoncangkan gabus / penyumbat hingga lepas., membiarkan udara masuk adalah musuh dari semua Wine. Hal tersebut juga menguncangkan endapan yang ada pada wine menjadi lebih buruk. Terakhir, peti es yang terlalu dingin. 55F adalah suhu terbaik. Jika Anda memiliki Wine pada suhu 35F ( suhu rata – rata peti es ) akan merusak proses tahan lama wine tersebut. Peti es yang sering dibuka dan ditutup juga tidak baik untuk wine karena suhu yang naik turun. Suhu 35F terlalu dingin untuk meminum Wine! Banyak orang tidak suka meminum Wine yang terlalu dingin dan lebih suka bila meminum wine pada suhu yang tepat. |
| < Prev | Next > |
|---|


