Champagne sama dengan celebration, champagne sama dengan romance, champagne sama dengan luxury, mungkin itu yang ada di benak orang jika kita membicarakan champagne, agak ironis memang jika dalam sejarah nya dulu, champagne justru dianggap sebagai wine yang gagal.

Ceritanya begini, champagne adalah salah satu daerah penghasil anggur yang iklim nya paling dingin di prancis, di zaman dulu, setelah musim panen di akhir  musim gugur, proses fermentasi tidak berlangsung secara utuh karena ragi yang ada di dalam wine akan mati suri akibat suhu musim dingin yang terlalu renda, lalu, saat masuk musim semi, tiba-tiba ragi tersebut hidup kembali dan melanjutkan fermentasinysa  dan menghasilkan karbon dioksida yang muncul dalam bentuk buih, tentu saja hal ini mengherankan dan membuat orang di daerah champagne frustasi karena hal seperti ini tidak perna terjadi di daerah penghasil anggur lainnya, berbagai macam cara di coba untuk menghilangkan bui ini, namun akhir nya warga desa champagne memilih menerima nasib ini, yang pada akhir nya justru menjadi suatu keunikan yang di cari para pecinta wine di seluruh dunia, gelembung atau buih yang ada di champagne menjadikan wine ini sangat unik dan memberikan sensasi yang berbeda dari jenis jenis wine lainnya, karakter yang elegan dan mewah seakan bisa  dihantarkan secara sempurna ke indra pencecap kita oleh gelembung-gelembung yang terasa lembut, unik, dan memeberi karakter yang menyegarkan.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google