Kini dengan mudah kita bisa mendapat wine seharga 200 ribuan bahkan ada juga wine yang seharga 100 ribuan rupiah.

Sebagian dari anda bertanya tanya bagaimana kwalitas wine seperti ini? Apakah memang benar wine dengan bandrol yang tinggi pasti rasanya lebih enak, dan apakah semua wine murahan rasa nya sudah pasti buruk?

Sebenarnya harga wine tidak ada hubungan nya dengan kwalitas apalagi rasa. Ada beberapa faktor yang menjadikan harga wine melambung, penyebab utama adalah harga tanah dan tenaga kerja
dimana wine tersebut berasal, seperti di jepang misalnya, tidak banyak perusahaan yang yang sanggup memproduksi wine karena harga tanah dan tenaga kerja yang terlalu tinggi disana.

Negara seperti Australia tidak melarang panen yang dilakukan dengan traktor dengan alasan efisiensi sehingga biaya produksi bisa ditekan lebih rendah, sedangkan wine di Perancis mensyaratkan
produksi maksimum per hektar, sehingga pihak produsen tidak bisa mengharapkan panen yang lebih banyak dan berlimpah karena alasan over cropping justru akan membuat wine menjadi cemplang dan tidak bisa disimpan lama dengan kata lain kwalitas wine yang merosot.

Di indonesia ada hal hal lain yang membuat wine disini sangat mahal yang terutama
pajak minuman ber alkohol yang tinggi, ongkos pengiriman barang yang semangkin hari semangkin melambung. 

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google